Senin, 12 Desember 2011

Apaan tuh Pro Engineer???


Pro/ENGINEER
Pro/ENGINEER adalah sebuah perangkat lunak desain yang dikeluarkan oleh Parametric Technology Corporation yang berbasis gambar 3 dimensi (memiliki massa, volume dan pusat gravitasi).
Pro/ENGINEER merupakan pelopor perangkat lunak desain 3 dimensi yang memakai sistem parametrik. Artinya desain komponen terbentuk dari berbagai fitur dan referensi dan bentuk hubungan antar fitur tersebut. Untuk komponen akhir yang sama jika cara pemberian dimensi dan hubungan antar fitur berbeda maka akan menghasilkan bentuk komponen yang berbeda ketika suatu dimensi diubah.
Gambar 3 dimensi bisa langsung digunakan untuk aplikasi perangkat lunak CAE (Computer Aided Engineering) dan CAM (Computer Aided Manufacturing). Dengan aplikasi CAE maka bisa dilihat perilaku suatu komponen ketika mendapat gaya, pembebanan, perlakuan panas, dll. Dengan CAM bisa dilihat gerakan pahat yang harus dilakukan untuk membentuk komponen tersebut pada mesin produksi. Selanjutnya lintasan pahat tersebut bisa digunakan untuk membuat kode G dan kode M yang dipakai pada mesin CNC. Dengan kemampuan seperti itu maka Pro/ENGINEER banyak dipakai oleh perusahaan rekayasa dan manufaktur.

Hubungan pada semua tahap disain
Pro/ENGINEER tidak hanya mendisain part individu secara cepat, tetapi juga mencatat hubungan perakitan antara part tersebut dan sekaligus mencetak gambar tekniknya. Kita dapat mengolah dan merubah ukuran dan parameter pada semua tahap disain.
Ukuran yang ditunjukkan pada gambar teknik adalah turunan dari ukuran model 3D nya dan tetap terhubung secara dinamis dengan file 3D, inilah yang disebut dengan hubungan 2 arah [bidirectional], jadi jika kita merubah gambar 2D maka ukuran model 3D akan berubah mengikutinya.

3 Mode disain
Ada 3 mode disain di Pro/ENGINEER:
  1. Membuat Part
  2. Membuat perakitan [Assembly]
  3. Membuat gambar teknik
Setiap tahap disain diperlakukan sebagai mode yang terpisah, dengan karakteristik khusus, jenis file ektensi yang berbeda dan tetap terhubung dengan mode lainnya. Perlu di ingat bahwa semua informasi, baik berupa ukuran, toleransi dan persamaan/rumus akan diteruskan dari 1 mode ke mode yang lainnya secara 2 arah. Ini berarti jika kita merubah disain pada 1 mode disain, maka perubahan secara otomatis akan diterapkan pada semua mode disain.

Mode Part : Sketcher dan Dashboard.
Dalam mode part, kita akan membuat file dengan ektensi (.prt), kita dapat membuat dan merubah fitur-fitur yang akan menyusun model dari masing-masing part.
Fitur-fitur tersebut diawali dari sketsa 2D yang disebut Section. Setelah Section dibuat, kita memberi ukuran dimensi ketiga untuk membuat bentuk 3Dnya. Tool untuk Section 2D ini di sebut Sketcher. Dengan Sketcher kita dapat membuat sket kasar seperti garis, lingkaran, lengkung, dan kemudian baru dimasukkan nilai ukuran presisinya.
Kita dapat menggunakan antar muka yang disebut Dashboard untuk membuat atau merubah geometri fitur 3D. Dashboard menampilkan kolom isian yang berbeda untuk masing-masing fitur.
Dashboard dari Extrude Tool

Mode perakitan [assembly]
Setelah kita membuat part-part tersebut, kita dapat merakitnya kedalam file assembly dengan ektensi (.asm), penentuan posisi part-part akan membentuk produk akhir. Kita juga dapat menentukan pandangan terurai [exploded] untuk pemeriksaan yang lebih baik dan menampilkan hubungan perakitan antar part.
Untuk pengguna yang telah mahir, kita dapat memulai membuat sebuah model dalam file assembly dan membuat masing-masing part dengan “skeleton part”. Inilah kunci dari disain “top-down”,dimana perubahan pada satu part dapat berakibat secara otomatis pada part yang terhubung/terakit.
Sebagai tambahan, dengan analisa model, kita dapat mengukur massa, volume, pusat gravitasi dan momen inersia dari suatu perakitan. Juga dimungkinkan untuk memeriksa persinggungan antara komponen di seluruh sistem perakitan.


Mode gambar
Mode gambar akan membuat gambar teknik secara presisi dari disain kita dengan file ektensi (.drw) dengan ukuran berdasarkan part 3D dan file assembly. Secara praktis, kita tidak memerlukan tambahan pemberian pengukuran pada objek seperti pada software yang lain, Pro/ENGINEER mampu untuk menampilkan atau menyembunyikan ukuran secara selektif yang di dapat dari model 3D.
Informasi-informasi objek seperti ukuran,keterangan, pengerjaan permukaan, toleransi geometrik, potongan melintang dan sebagainya, yang mana telah dibuat pada model 3D dapat diteruskan pada mode gambar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar